Minggu, 01 April 2012

Psikoterapi teknik Psikoanalisa

Teknik terapi psikoanalisis adalah teknik yang di dalam tiap-tiap individu terdapat kekuatan kekuatan yang saling berlawanan yang menyebabkan konflik internal tidak terhindarkan. Konflik yang tidak disadari itu memiliki pengaruh yang kuat pada perkembangan kepribadian individu, sehingga menimbulkan stres dalam kehidupan. Teknik ini menekankan fungsi

pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id. Model ini banyak dikembangkan dalam Psikoanalisis yang dipelopori oleh Sigmund Freud. Menurut Freud, paling tidak terdapat lima macam teknik penyembuhan penyakit mental, yaitu dengan mempelajari otobiografi, hipnotis, catharsis, asosiasi bebas, dan analisis mimpi. Teknik terapi Psikoanalisis Freud pada perkembangan selanjutnya disempurnakan oleh Jung dengan teknik terapi Psikodinamik.

Terapi Psikoanalisa

Terapi psikoanalisa yang dipelopori oleh Sigmund Freud sekarang memiliki banyak teknik dan aliran. Menurut Gabbard (1994) berbagai teknik dan aliran yang ada dapat dikatakan dalam suatu kontinum, dimana kutub yang pertama adalah terapi-terapi yang alirannya ekspresif dan berikutnya adalah terapi-terapi yang alirannya supportif.

Terapi-terapi yang beraliran ekspresif bertujuan mengubah dinamika kepribadian pasien dengan cara membantu pasien menyadari sumber permasalahan intrapsikis yang semula tidak disadari. Teknik utama yang digunakan untuk membantu pasien sadar adalah teknik interpretasi.

Sementara itu, terapi yang beraliran supportif, tujuannya adalah untuk memberikan dukungan dan penguatan pada kepribadian klien, sehingga dapat berfungsi pada taraf yang lebih baik. Dalam aliran supportif, upaya penyadaran tidak ditekankan. Terapi yang digunakan adalah terapi psikoanalisa aliran ekspresif, dengan pertimbangan aliran ini adalah ciptaan freud yang sudah berkembang luas.

Teknik Psikoanalisa

1. Asosiasi bebas

Teknik psikoanalisa memiliki banyak jenis, salah satunya yaitu: teknik asosiasi bebas. Asosiasi bebas dilakukan dengan pembicaraan antara analisis dengan klien, analisis membiarkan pasien mengatakan apapun juga. Arah pembicaraan tidak ditentukan terlebih dahulu. Psikoanalisis menyakini bahwa segala ekspresi individu, termasuk kata-kata yang diucapkannya, bukanlah kebetulan. Tidak ada kata yang tidak disengaja dan tidak bermakna. Oleh karena itu, pasien tidak dihambat untuk mengatakan apapun, sekalipun pikiran yang muncul dalam diri pasien terkadang terkesan remeh, tak berarti, tak berkaitan satu sama lainnya, bahkan bagi diri pasien sendiri. Inilah yang dimaksud dengan asosiasi bebas. Pasien didorong untuk mengungkapkan lagi, apa yang teringat/ terpikir olehnya karena sesuatu itu. Melalui proses ini, ternyata sedikit demi sedikit pembicaraan akan mengarah pada topik tertentu yang sesungguhnya (secara tak sadar) menjadi concern klien. Asosiasi bebas membantu analisis dan pasien untuk menyadari sumber tak sadar dari suatu permasalahan yang mengemuka saat ini.

  1. Analisis mimpi

Dalam psikoanalitik, mimpi memliki dua tingkatan muatan), yaitu:

a. Muatan manifes: materi mimpi yang dialami dan dilaporkan

b. Muatan laten: materi bawah sadar yang disimbolisasi atau diwakili oleh mimpi.

Ketika tidur, kontrol kesadaran menurun, dan mimpi adalah ungkapan isi-isi taksadar karena turunnya kontrol kesadaran itu. Klien melaporkan apa yang dimimpikannya dalam asosiasi bebas, menjadi bahan yang akaya untuk dianalisis terapis.

  1. Freudian Slip

Meliputi: salah ucap, salah membaca, salah dengar, salah meletakkan objek, dan tiba-tiba lupa. Semuanya itu menurut Freud bukan kejadian kebetulan, tetapi kejadian yang dipengaruhi oleh insting ketidaksadaran. Analisis akan dapat mengungkap gambaran mental yang ada di balik slip itu.

  1. Interpretasi

Mengenalkan kepada klien, makna yang tidak disadarinya dari pikiran, perasaan dan keinginannya.

  1. Analisis resistensi

Resistensi adalah mekanisme pertahanan klien, dan analisis akan mengungkap unsur yang penting dari masalah yang ingin disembunyikan klien.

  1. Transference

Proses analisis dan penangan hubungan transference dianggap sebagai komponen penting dalam dalam psikoanalisis. Freud percaya bahwa hubungan transference memberikan alat untuk menghidupkan kembali konflik-konflik dengan orang tua pada masa kecil. Klien dapat bereaksi kepada analisis dengan marah, cinta atau cemburu yang sama dengan yang mereka rasakan terhadap orang tua mereka. Pengungkapan isi-isi ketidaksadaran yang tersimpan sejak anak-anak, dengan memakai terapis sebagai medianya.

  1. Working through

Terus menerus menginterpretasi dan mengidentifikasi masalah klien, mengulang resistensi dan transferensi, pada seluruh aspek pengalaman kejiwaan.

Teknik terapi psikoanalisis adalah teknik yang di dalam tiap-tiap individu terdapat kekuatan kekuatan yang saling berlawanan yang menyebabkan konflik internal tidak terhindarkan. Konflik yang tidak disadari itu memiliki pengaruh yang kuat pada perkembangan kepribadian individu, sehingga menimbulkan stres dalam kehidupan. Teknik ini menekankan fungsi

pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id. Model ini banyak dikembangkan dalam Psikoanalisis yang dipelopori oleh Sigmund Freud. Menurut Freud, paling tidak terdapat lima macam teknik penyembuhan penyakit mental, yaitu dengan mempelajari otobiografi, hipnotis, catharsis, asosiasi bebas, dan analisis mimpi. Teknik terapi Psikoanalisis Freud pada perkembangan selanjutnya disempurnakan oleh Jung dengan teknik terapi Psikodinamik.

sumber : - zainulanwar.staff.umm.ac.id/download.../umm_blog_article_413.pdf

- modul Psikologi Konseling by : Diana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar